top of page

2023: _JEDA


Ada kalanya di dalam hidup, kita perlu belajar memberi jeda.


Saya tertawa ketika salah satu kolega saya dari HR Department mengirimkan saya sebuah surat elektronik berisi pertanyaan mengenai kiat-kiat untuk mengatasi kejenuhan di dalam bekerja dan bagaimana agar dapat liburan dengan kondisi worry-free (baca: tidak diinterupsi oleh pekerjaan, yang mana mustahil) untuk newsletter mingguan kantor. Saya tertawa bukan karena pertanyaannya lucu, tetapi karena saya tidak di dalam kondisi yang tepat untuk bisa menjawab pertanyaan tersebut.


2022 YANG MELELAHKAN

Saya baru menyadari kalau tahun 2022 kemarin itu sangat melelahkan ketika memasuki bulan Desember. Melelahkan dalam arti kata bukan karena banyaknya pekerjaan (ya itu pasti dan tidak dapat dihindari), tetapi mungkin karena selama satu tahun saya kembali beradaptasi setelah sekitar satu setengah tahun work from anywhere dan kemudian harus kembali duduk manis di kantor, meskipun dalam kondisi hybrid working arrangement.


Saya baru menyadari bahwa saya begitu nyaman dengan kondisi work from anywhere dan mulai kelabakan dan mengalami kesulitan untuk beradaptasi kembali. Ternyata, harus kembali ngantor secara fisik itu sulit ya. Adalah benar adanya kalau pandemi ini membuat kita sedikit banyak membuka hal-hal yang tidak kita tahu terhadap diri kita sendiri. Saya baru tahu bahwa ternyata konsep working from anywhere ini adalah sesuatu yang cocok untuk saya dan saya malah justru menjadi sangat produktif dengan waktu kerja yang fleksibel. Ya, meski tak bisa dipungkiri, mengobrol dan bergosip secara fisik (atau curi-curi waktu buat beli kopi di tengah jam kerja) itu adalah sesuatu hal yang dirindukan saat bekerja di Bali dan Yogyakarta.


Selama setahun ini, kemampuan saya beradaptasi dengan kondisi bekerja secara hybrid ini melelahkan. Satu hal yang saya lupa lakukan di tahun ini adalah saya lupa untuk memberikan jeda dalam aktivitas saya. Semua rasanya ingin di-GAS TEROOOSSS seolah besok kiamat. Saya lupa untuk "mengambil napas panjang dan menghembuskannya" meskipun saya belajar ketika mengikuti program weightlifting, mengambil napas itu adalah aktivitas yang krusial agar kita bisa mengangkat beban dengan lebih maksimal.


Akibatnya, saya merasa bahwa tahun 2022 ini saya babak belur bagaikan dihantam dari delapan penjuru mata angin.


_JEDA

Saya mengartikan jeda, pause, break atau time out ini dengan mengambil waktu sendiri untuk traveling, yang mana setiap orang punya cara dan hak yang berbeda untuk melakukan jeda di dalam hidupnya dan hal tersebut adalah hal yang wajar. Pada intinya, momen jeda ini digunakan semaksimal mungkin untuk bergembira tanpa memikirkan masalah hidup, bisa juga menggunakan momen itu untuk resetting ulang pikiran, tujuan dan arah hidup, atau mungkin bengong-bengong bego alias do nothing.


Ketika saya mengevaluasi apa yang terjadi di tahun 2022 kemarin, ternyata memang saya jarang atau sengaja melewatkan jeda, akibatnya ya ... terengah-engah, sama seperti ketika berenang dan lupa mengambil napas. Untung di tahun ini saya tidak tenggelam dan masih bisa sampai ke garis finish.


Jadi, salah satu hal yang harus saya lakukan di tahun 2023 ini adalah tidak boleh melupakan mengambil jeda di dalam hidup, paling tidak supaya saya bisa terus melangkah dengan pace yang konstan (atau kalau pun harus berlari, saya berlari dengan tidak terengah-tengah).


Selamat menikmati awal tahun!

Lewi Aga Basoeki


Related Posts

See All

コメント


bottom of page