01: Mantan, kamu apa kabar?

15.01.2017

Ditulis oleh

 

 

Mantan, kamu apa kabar?

 

Ah, aku sudah salah langkah, aku memutuskan untuk menyapamu terlebih dahulu. Berulang kali aku menahan egoku untuk merentangkan sapaan, merekatkan jarak yang sudah lama terurai, namun hari ini, saat aku berpapasan denganmu, walau hanya sekejap, membuat runtuh dinding-dinding egoku. 

 

Mantan, kamu apa kabar?

 

Ah, aku sering kali bertanya kepada diriku sendiri, pertanyaan-pertanyaan yang dibiarkan tak terjawab  dan terkadang menjadi bunga tidur di kala malam. Apakah kamu bahagia dengan pacarmu yang baru? Apakah ia  mengingatkanmu untuk selalu minum air agar kau tak dehidrasi di sela-sela pekerjaanmu? Apakah kamu masih suka makan nasi goreng kesukaanmu di Taman Suropati?

 

Mantan, kamu apa kabar? 

 

Ah, aku seringkali berangan-angan untuk masih bertukar rasa dan membalas sapa, seperti yang dahulu kita biasa lakukan setiap kita bersiap untuk merangkul pagi dan melepas senja. Terkadang, aku mengintip halaman akun Facebook-mu, memandang fotomu dan memperhatikan senyum yang terulas di wajahmu, senyuman yang sama yang pernah aku nikmati dulu.  

 

Mantan, kamu apa kabar?

 

Satu hal yang aku sadari, jarak yang sudah terbagi dan langkah kaki yang sudah terhenti, tak mungkin aku ulang kembali. Biarkan aku menelan bulat-bulat keputusanku, meninggalkanmu terlebih dahulu dan menganggapmu sebagai masa lalu.

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Please reload

Tulisan yang tercantum di dalam blog ini adalah hasil karya dari Lewi Aga Basoeki dan dilindungi oleh peraturan perundang-undangan. Setiap pencantuman dari tulisan dan juga foto yang termuat di dalam blog ini haruslah seizin dari Lewi Aga Basoeki.

Disclaimer
Menara di Trinidad
Tokyo
Havana 3
Ateshkadeh-ye Isfahan 1
Museo Historico Municipal
Pencarian Dengan Tag

2019. Hak Cipta oleh Lewi Aga Basoeki, Jakarta, Indonesia